Rigid

Why is it that you must be that something. Now you’re houseman, then you will be the medical officer. Then somehow you must be a specialist. Or nobody will look up at you, that chronic MO. Thats the whole point of being in medical institution, eh? Rigid. Boring.

I guess it apply well with passion and interest. And i dont think I have both. So, this rigidity dont apply to me. If this is the case, I guess I’m right. Show me the way out then, please.

Alhamdulillah. Assessment done. Home feels like home.

  • You're engaged already?
  • Me *nod
  • Then someone is shaking their head
  • Me *whats wrong with getting engaged?
  • Me continue reading
There are infinite numbers between 0 and 1. There’s .1 and .12 and .112 and an infinite collection of others. Of course, there is a bigger infinite set of numbers between 0 and 2, or between 0 and a million. Some infinities are bigger than other infinities. A writer we used to like taught us that. There are days, many of them, when I resent the size of my unbounded set. I want more numbers than I’m likely to get, and God, I want more numbers for Augustus Waters than he got. But, Gus, my love, I cannot tell you how thankful I am for our little infinity. I wouldn’t trade it for the world. You gave me a forever within the numbered days, and I’m grateful.
John Green (The Fault in Our Stars)

(Source: booksandnerds)

(Reblogged from how-novelistic)
(Reblogged from joyofbooks)
Lelaki yang paling menarik adalah dia yang punya banyak pilihan tapi memilih untuk mencintai dan setia hanya kepadamu.

Jika engkau memiliki lelaki seperti itu, muliakanlah dia.

Mario Teguh (via marioteguh)

(Reblogged from minumsuesuesihatselalu)
Dakara, wassalam.

Jangan Menangis Sekarang, Tuan!

Setiap kau bersedih,
aku serupa melihat langit berubah menjadi kelabu,
aku tahu Tuhan sedang menguji kekuatan hatimu,
aku tahu Tuhan sedang menunjukkan ujianNya melalui perlakuan tak menyenangkan bagimu,
aku tahu Tuhan Maha Penyayang,
terlebih padamu,
yang sengaja diujiNya sekarang.

Maka kumohon,
jangan menangis, Tuan.
Jangan menangis sekarang,
saat mereka masih membutuhkan kekuatan jiwa ragamu seorang.

Jangan menangis sekarang, Tuan.
Kau harus tahu,
aku menyukai kekuatan pribadimu.
Aku menyukai ketangguhan pola pikirmu.
Aku mencintai semua sifat kelaki-lakian yang ada padamu.

Maka, menguatlah kau.
Jangan, kumohon jangan menangis sekarang, Tuan.
Aku tahu kau kuat,
sekuat aku yang selalu mendoakan kau selalu selamat.

Bukankah tak ada beban yang terlalu berat?
Tak ada sakit hati yang mampu membunuh ragamu seperti saat datangnya kiamat.
Tak ada cinta yang sia-sia dibina, walau akhirnya tetap tak mampu bersama.

Aku ingin kau tersenyum,
saat nanti Tuhan memberikan kita waktu untuk bertemu.

Dan,
pada akhirnya, aku hanyalah seorang aku,
yang ingin kau tak mengapa saat ditimpa berjuta uji coba dariNya.

Kau, tentu lebih kuat dari aku.
Dengan atau tanpa bersamanya kita seperti beberapa waktu lalu.

Jakarta, 25 Mei 2012

- Tia Setiawati Priatna

(Source: karenapuisiituindah)

(Reblogged from karenapuisiituindah)
Allahumma la sahla illa ma ja’altahu sahla,
Wa ‘anta taj-alul hazna idha shi’ta sahla
O Allah! There is nothing easy except what You make easy, and You make the difficult easy if it be Your Will (via arabarabarab)
(Reblogged from sidratulmuntaha)

Ya Allah, it was a very chaotic day today. I felt like crying all the way back home. In fact I cried. It was just tears welling up but didnt streamed down my face. Alhamdulillah. Alhamdulillah for the gift of still being able to be strong. Still being able to face the lowest point in my life.

Couldnt. Actually. Go. On. But. Have. To.